Penerapan Proses Manajemen Proyek dalam Pesiapan New Normal di Lingkungan Kerja


Deskripsi Proyek


Dunia saat ini tengah menghadapi wabah virus corona (Covid-19)  yang telah menjangkit lebih dari 179 negara. Virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir tahun lalu ini telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak dari wabah virus Covid-19 .Dalam langkah memutus rantai penyebaran virus corona sambil melakukan aktivitas, Pemerintah Indonesia melakukan seknario new normal.

New normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Pusat telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan setiap sektor yang ada seperti sektor industri, pendidikan .transportasi dan kegiatan ibadah.

Adapun tahapan dari proses manajemen proyek yang akan dibahas adalah

·           Initiating

·          Planning

·         Executing

·         Controlling

·         Closing


Gambar 

Gambar diatas menunjukkan tahapan dari proses manajemen proyek yang akan dibahas lebih lanjut

1.     Initiating

Pada tahap ini berfokus pada pembentukan Project charter dan mengidentifikasi stakeholder.

·       Project Charter

Nama Proyek                          : Persiapan New Normal di Lingkungan kerja

Tanggal mulai proyek             : 30 Mei 2020

Tanggal selesai proyek           : 25 Juni 2020                        

 

2.     Planning

Pada tahap ini, akan diadakan sosialisasi new normal dimana karyawan dihimbau untuk tetap melakukan aktifitas seperti biasa namun melakukan protokol kesehatan, tetap jaga jarak dan mejaga kebersihan. Kemudian perusahaan akan melihat perkembangan dari persiapan new normal tersebut, apakah para karyawan dapat menerapkan dalam kehidupan bekerja sehari-hari atau para karyawan tidak dapat melakukannya di dilingkungan kerja dan harus dilakukan perubahan strategi dalam penerapan new normal. Tolak ukur dari keberhasilan persiapan new normal ini adalah menurunnya angka positif korban wabah virus Covid-19 walaupun aktifitas tetap berjalan.

3.     Executing

Pada tahap ini, Perusahaan terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi apa-apa saja kemungkinan yang bisa membuat virus corona dapat menyebar ketika aktifitas biasa sudah dimulai. Kemudian Perusahaan akan membuat protokol kesehatan di tempat umum dan di lokasi tempat pekerjaan. Adapun panduan new normal yang sudah dikeluarkan oleh kemenkes di sebagai berikut :

Aturan New Normal Kemenkes untuk Cegah Penularan COVID-19

Panduan pencegahan penularan COVID-19 secara rinci antara lain:

a.    Selama PSBB bagi Tempat Kerja

 

Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan COVID-19

·       Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 di wilayahnya. (Secara berkala dapat diakses di http://infeksiemerging.kemkes.go.id. dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat).

·       Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.

·       Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

·       Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

·       Pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

 

Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

 

b.    Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung:

·       Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

·       Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

·       Untuk pekerja shift :Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari. Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

·       Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

·       Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja.Pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

·       Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat.

1.    Higiene dan sanitasi lingkungan kerja - Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainnya. - Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

2.    Sarana cuci tangan - Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir). - Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan - Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar. - Menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll)

3.    Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

4.    Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut:

- Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.

- Etika batuk Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) dan jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya.

- Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat.

- Makan makanan dengan gizi seimbang. - Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain lain.

 

c.     Sosialisasi dan Edukasi pekerja mengenai Covid-19

o   Edukasi dilakukan secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarga agar memberikan pemahaman yang benar terkait masalah pandemi Covid-19, sehingga pekerja mendapatkan pengetahuan untuk secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit, serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar.

o   Materi edukasi yang dapat diberikan:

1.    Penyebab COVID-19 dan cara pencegahannya

2.    Mengenali gejala awal penyakit dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul.

3.    Praktek PHBS seperti praktek mencuci tangan yang benar, etika batuk

4.    Alur pelaporan dan pemeriksaan bila didapatkan kecurigaan

5.    Metode edukasi yang dapat dilakukan: pemasangan banner, pamphlet, majalah dinding, dll di area strategis yang mudah dilihat setiap pekerja seperti di pintu masuk, area makan/kantin, area istirahat, tangga serta media audio & video yang disiarkan secara berulang. SMS/whats up blast ke semua pekerja secara berkala untuk mengingatkan.

6.    Materi edukasi dapat diakses pada www.covid19.go.id.

4. Controlling

Pengawasan adalah proses pengujian untuk mengetahui apakah segala sesuatu dilaksanakan sesuai perencanaan, perintah dan aturan yang ada. Pengawasan dilakukan agar semua yang sudah dilakukan berjalan sesuai rencana awal dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Adapun pengawasan yang akan dilakukan ialah

1.     Wajib menggunakan masker di wilayah kerja

2.     Pengecekan rutin para karyawan yang keluar masuk dari wilayah kerja

3.     Memastikan fasilitas umum yang ada di wilayah kerja sudah di desinfektan rutin setiap 4 jam

4.     Memberi tahu jika ada karyawan memiliki gejala terkena wabah virus Covid-19

5.     Memastikan bahwa setiap karyawan tetap menjaga jarak minimal 1 meter

6.     Memastikan kesehatan para karyawan

 

5.    Closing

Pada tahap ini, Perusahaan akan menerima hasil akhir dari proyek dan menghentikan semua kegiatan.  Walaupun pekerjaan belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana awal, namun kegiatan tetap harus dihentikan. Ini akan menjadi evaluasi untuk proyek selanjutnya

Setiap ada kegiatan yang dilakukan di wilayah kerja, harus memenuhi protokol kesehatan dan peraturan yang ada. Karyawan tetap akan melakukan pekerjaan semestinya., namun ada hal-hal yang harus dibatasi seperti jaga jarak sesama karyawan, penggunaan masker dan juga protokol kesehatan lainnya. Dengan begini konsep new normal akan berjalan dengan lancar dan rantai penyebaran wabah virus corona akan terputus.

 


Comments

  1. Artikel nya sangat membantu dalam menghadapi situasi sekarang 👍👍

    ReplyDelete
  2. Kontennya menarik dan relevan dengan situasi saat ini, good job

    ReplyDelete
  3. Informasi dalam artikel ini jelas dan mudah dipahami. Sangat bermanfaat untuk menambah wawasan. Terima kasih dan semangat untuk selalu berkarya.

    ReplyDelete
  4. Informatif sekali apalagi sekarang diterapkan New Normal khususnya di Lingkungan Kerja. Menarik dan mudah dipahami kak

    ReplyDelete
  5. Terimakasih author, informasi nya bermanfaat untuk menambah wawasan saya

    ReplyDelete
  6. Tulisan nya bermanfaat dalam situasi sekarang ini

    ReplyDelete
  7. Kereenn relate bgt ni sama keadaan skrg

    ReplyDelete
  8. terimakasih. Sangat informatif dengan topik yang sedang terjadi sekarang.

    ReplyDelete
  9. Sangat bermanfaat, terimakasih bro

    ReplyDelete
  10. Menarikk, dan mudah dipahami.
    Ditunggu tulisan selanjutnya👍

    ReplyDelete
  11. waaah baru kali ini dapat artikel beginian
    mantap

    ReplyDelete
  12. Trimakasih buat tulisannya,
    Ternyata konsep manajemen proyek bisa di aplikasikan untuk kebiasaan normal baru

    ReplyDelete
  13. Artikel yg sangat membantu masyarakat

    ReplyDelete
  14. Artikel yg sangat membantu masyarakat

    ReplyDelete
  15. Mmeberikan gambaran yang jelas dan sederhana mengenai bagaimana proses manajemen aktivitas new normal. Terima kasih sudah membagi ilmunya teman penulis.

    ReplyDelete
  16. Artikel yg sangat menarik dan membantu masyarakat.. semangat 💪

    ReplyDelete
  17. Menarik, sangat bermanfaat dan sangat membantu��

    ReplyDelete
  18. Menarik bangett artikelnya, sangat berguna dan bermanfaat,sehat selalu ya author

    ReplyDelete
  19. Informasi yang sangat berguna dan menarik, mantap sahabat

    ReplyDelete
  20. Tulisan nya sangat menarik, memang penerapan manajemen proyek sangat dibtuhkan di masa new normal ini, untuk mengetahui teknis berjalannya proyek pada masa ini. Semangat ters dalam berkarya....

    ReplyDelete
  21. Ini tulisan yang sangat menarik ditengah pandemi saat ini. terima kasih untuk informasinya ya

    ReplyDelete
  22. Great!!. Artikel yang menarik dan deskriptif. Ditambah dengan bagan yang sangat membantu dalm penyampaian pesan.. Terimakasih penulis..

    ReplyDelete
  23. Mantap,sangat informatif👍👍

    ReplyDelete
  24. Sangat bermanfaat dan menambah informasi

    ReplyDelete

Post a Comment